NAMA :
YUPENSIA ROSALIA
NIM :
2013210119
PRODI : ILMU
ADMINISTRASI NEGARA ( B)
Teori interaksi
simbolik
Konsep teori interaksi simbolik ini diperkenalkan
oleh Herbert Blumer sekitar tahun 1939.
Karakteristik teori ini adalah suatu hubungan yang terjadi
secara alami antara manusia dalam masyarakat dan hubungan masyarakat dengan
individu; Interaksi yang terjadi antar individu berkembang melalui
simbol-simbol yang mereka ciptakan. Realitas social merupakan rangkaian
peristiwa yang terjadi pada beberapa individu dalam masyarakat. Interaksi yang
dilakukan antar individu itu berlangsung secara sadar;
Interaksi simbolik juga berkaitan dengan:
1. Gerak
tubuh, antara lain:
2. Suara
atau vocal;
3. Gerakan
fisik;
4. Ekspresi
tubuh;
Yang semua itu mempunyai maksud dan disebut dengan
“simbol”;
Pada awal perkembangannya, interaksi simbolik lebih
menekankan studinya tentang perilaku manusia pada hubungan interpersonal, bukan
pada keseluruhan kelompok atau masyarakat. Proposisi paling mendasar dari
interaksi simbolik adalah perilaku dan interaksi manusia itu dapat dibedakan,
karena dapat ditampilkan lewat symbol dan maknanya. Mencari makna di balik yang
sensual menjadi penting di dalam interaksi simbolis.
Secara umum, ada enam proposisi yang dipakai dalam
konsep interaksi simbolik, yaitu:
1. Perilaku
manusia mempunyai makna di balik yang menggejala;
2. Pemaknaan
kemanusiaan perlu dicari sumber pada interaksi sosial manusia;
3. Masyarakat
merupakan proses yang berkembang holistik, tak terpisah, tidak linier, dan
tidak terduga;
4. Perilaku
manusia itu berlaku berdasar penafsiran fenomenologik, yaitu berlangsung atas
maksud, pemaknaan, dan tujuan, bukan didasarkan atas proses mekanik dan
otomatis;
5. Konsep
mental manusia itu berkembang dialektik; dan
6. Perilaku
manusia itu wajar dan konstruktif reaktif.
Sumber:
Analisis saya mengenai Hakikat Teori-Teori Ilmu
Sosial bilamana dihubungakan dengan Kompetensi yang akan dibentuk untuk atau
pada Saya dari Mata Kuliah ini, dengan bersandarkan kepada Teori Interaksi
Simbolik, yaitu :
Hakikat ilmu social membicarakan hubungan timbal
balik antara manusia dengan lingkungannya. Hubungan ini dapat diwujudkan
kenyataan social dan kenyataan social inilah yang menjadi titik perhatiannya.
Dengan demikian ilmu social memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar
tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala social
agar daya tanggap persepsi dan pegangan
kita dalam menghadapi lingkungan social. Dalam teori interaksi simbolik
memiliki metodologi interaksi simbolik yaitu :
ð Symbol
dan interaksi itu menyatu
ð Karena
simbol dan interaksi itu tidak lepas dari sikap pribadi
ð Penelitian
harus sekaligus mengaitkan antara simbol dan jati diri dengan lingkungan
ð Hendaknya
direkam dengan situasi
ð Metode
yang dipakai hendaknya mampu menangkap makna dibalik interaksi sensitizing
Mempelajari sebuah teori simbolik merupakan sebuah
metode penelitian yang sangat sulit dan harus teliti untuk implementasi teori.
tujuannya untuk memperbaiki kehidupan bermasyarakat/manusia untuk menjadi lebih
baik .proses teori itu tersebut terjadi karena adanya pengalaman ,pengetahuan
,ilmu dan model.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar