Minggu,
13 April 2014
Pada dasarnya Saudara dicetak menjadi
Pemimpin, dengan berkompetensi Kepemimpinan, dengan nilai lebih pada Etika dan
Filsafat Kepemimpinan yang didasarkan pada teori sifat-sifat pemimpin, dengan
harapan beraplikasi pada perilaku kepemimpinan situasional, sehingga ada
keterikatan baik emosional maupun kontingensi tujuan baik individu maupun
organisasi, melalui proses tingkat kematangan kompetensi yang ditunjang
motivasi menjadikan diri pemimpin yang melayani dalam sistem kepemimpian.
Tugas:
1. Lakukan
analisis singkat atas konsep tersebut di atas. (jawaban soal no 1 ini setelah
diserahkan secara fisik/tertulis, dimasukkan pada komentar, dan diunggah pada
blog masing-2 mahasiswa, print out bukti unggah);
2. Berikan
contoh satu sikap dan perilaku, yang saudara lakukan dalam komitmen pemimpin
yang berkompeten dengan nilai etika dan filsafat kepemimpinan dalam kehidupan
se-hari-2 saudara secara situasional;
3. Tingkat
kematangan pemimpin, akan terlihat pada proses kepemimpinan dalam sikap,
perilaku dan tindakan pengambilan keputusan, apakah usulan saudara agar
mahasiswa dapat mencapai tujuan tersebut?
Keterangan:
Jawaban
diberikan paling lambat hari Senin, 24 April 2014. Terimaksih.
NAMA : YUPENSIS ROSALIA
NIM :
20113210119
Jawaban:
1.
Analisis Singkat Atas Konsep Tersebut Di Atas.
Pada dasarnya ketika kita dicetak menjadi
seorang pemimpin dengan berkompentensi kepemimpinan. Seorang pemimpin harus
mengetahui nilai-nilai dari pada etika dan filsafat kepemimpinan yang
mendasarkan pemahaman tentang baik buruknya, salah atau benar, dan etika juga
lebih dipandang sebagai seni kehidupan yang mengarahkan kesejahteraan, kebahagiaan
dan kebijaksanaan.
Yang didasari pada
teori sifat-sifat pemimpin yaitu teori kepemimpinan yang besar:
A.
Teori sifat
B.
Teori perilaku
C.
Teori
intergratif
Menyatukan seluruh unsure-unsur yang ada
diwilayah kepemimpinnya.
D.
Teori
kontingensi
Dengan harapan beraplikasi pada prilaku
kepemimpinan situasional, sehingga
ada keterikatan baik emosional maupun kontingensi tujuan, baik individu maupun organisasi ,melalui proses tingkat
kematangan kompetensi sehingga melahirkan seorang pemimpin yang takwa, sehat, cakap,
jujur, tegas, setia, cerdik, berani, berilmu, efisien, disiplin, manusiawi dan
bijaksana.
2.
Contoh satu sikap dan perilaku, yang saudara
lakukan dalam komitmen pemimpin yang berkompeten dengan nilai etika dan
filsafat kepemimpinan dalam kehidupan se-hari-2 saudara secara situasional;
ü Contoh sikap dan perilaku yang saya lakukan
dalam komitmen pemimpin yang berkompeten dengan nilai etika dan filsafat
kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari misalnya ketika saya memimpin sebuah
kelompok atau kumpulan tertentu yang bertujuan untuk mencapai tujuan tertentu,
maka sebagai seorang yang memimpin kelompok tersebut harus berkomitmen untuk melaksanakan
tugas dan tanggungjawab sebagai suatu kewajiban dari seorang pemimpin. Ketika
menjalankan tanggungjawab sebagai pemimpin harus ikhlas, sabar, jujur dan tanpa
pamrih serta melakukan tugas sebagai seorang pemimpin secara jujur tanpa harus
dilihat ataupun diperhatikan oleh orang lain. Ketika ada masalah atau suatu hal
yang sifatnya harus ditangani atau diselesaikan secara cepat maka seorang
pemimpin harus melihat situasinya, apakah harus diputuskan sendiri (otoriter)
atau harus terlebih dahulu diskusi atau memintai pendapat bawahan (demokratis),
itu semua tergantung pada situasi yang menentukan tindakan cepat.
3.
Tingkat kematangan pemimpin, akan terlihat
pada proses kepemimpinan dalam sikap, perilaku dan tindakan pengambilan
keputusan, apakah usulan saudara agar mahasiswa dapat mencapai tujuan tersebut?
ü Usulan
saya agar mahasiswa dapat mencapai tujuan tersebut yaitu mahasiswa harus mampu
menunjukkan dirinya sendiri sebagai pemimpin yang berkarakter, dan tidak boleh
krisis karakter seperti:
F Sikap mental bahwa kemajuan bisa diperoleh secara
mudah, tanpa kerja keras, menadahkan tangan dan dengan menuntut ke kiri dan ke
kanan.
F Kebiasaan menimpakan kesalahan kepada orang lain, merupakan
salah satu karakter yang menghambat kemajuan.
F Degradasi
karakter generasi muda;
F Lunturnya
budaya nasional;
F Terpuruknya
kehidupan berbangsa dan ber-negara;
F Kurang
terakomodasinya pendidikan karak-ter bangsa dalam pendidikan formal,
nonfor-mal, dan informal;
F Tantangan
era globalisasi; dan
F Kurang
efektifnya implementasi peraturan perundang-undangan.
Krisis
karakter diatas dapat mempengaruhi proses kepemimpinan dalam bersikap, berperilaku
dan bertindak dalam pengambilan keputusan.
Selain
mengindari hal tersebut diatas, dalam hal ini usulan saya agar mahasiswa dapat
mencapai tujuan tersebut, yaitu sebagai pembuat keputusan paling tidak harus
berkompeten mengimplementasikan Falsafah
Kepemimpinan
(Ki Hadjar Dewantara ), yang mengatakan bahwa:
·
Ing Ngarso Sung Tulodo (di depan mem-beri contoh keteladanan)
·
Ing Madyo Mangun Karso (di tengah membangun karsa àmemotivasi).
·
Tut Wuri Handayani (di
belakang berusa-ha memberdayakan, memberi support).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar