NAMA : YUPENSIA ROSALIA
NIM : 2013210119
PRODI : ILMU ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS : ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
HUBUNGAN MANUSIA ( human relation )
PENDAHULUAN :
Menurut
Wursanto ( 1987) human relation adalah : Istilah hubungan
kemanusiaan sering disebut juga hubungan antra manusia. Kata istilah tersebut
terjemahan dari kata human relation.hubngan antara manusia, memandang amnesia
dalam bentuk wujudnya saja atau secara lahirnya saja, sebaliknya dalam
hubungna kemanusiaan yakni memandang manusia bukan saja dari wujudnya saja,
tetapi dari segi sifatnya, wataknya, sikapnya, tingkahlakunya, kepribadiannya,
dan berbagai aspek kejiwaan lainya yang ada pada diri manusia. Dengan demikian
titik berat pada hubungan kemanusiaan yaitu dari segi manusianya.
ISI :
Dalam hubungan antar
manusia memiliki factor- factor yaitu :
F Imitasi
/mudah terpengaruh
F Sugesti
/menerima cara pandang orang lain tanpa dikritik dahulu
F Identifikasi
F Simpati
Menurut Effendy (1993),
human relation yaitu :
a. Dalam
arti luas, human relation adalah komonikasi persuasive yang dilakukan oleh
seseorang kepada orang lain secara tatap muka dlam segala situasi dan dalam
semua bidang kehidupan sehingga menimbulkan kebahagian dan kepuasan hati kedua
belah pihak.
b. Dalam
arti sempit, human relation adalah komonikasi persuasive yang dilakukan oleh
seseoramng kepada orang lain dlam situasi kerja ( work siti\uation) dan dalam
organisasi kekaryaan (work organization) dengan tujuan untuk menggugah
kegairahan dan kegiatan bekerja dengan semangat bekerja sama yang
produktif dengan perasaan bahagia dan puas hati.
Kesimpulan :
human relation merupakan terjemahan kata hubungan kemanusiaan yang
bersifat rohaniah dengan memperhatikan aspek-aspek kejiwaan yang ada didiri
manusia misalnya: watak, sikap, tingkahlaku, peramai, dan lain-lain aspek
kejiwaan yang terdapat dalam diri manusia, dalam arti luas human relation merupakan
komunikasi yang dilakukan dimana saja,
baik di rumah, di jalan, di pasar dan dalam berbagai kesempatan, sedangkan dalam
arti sempit, komunikasi yang dilakukan dalam situasi formal. Dengan demikian,
dalam human relation, aspek komunikasi harmonis sangat di perlukan agar human
relation yang berlangsung betul-betul memiliki dampak yang bersifat positif
terdapat kelancaran kerja karyawan.