Rabu, 21 Mei 2014

Tugas 3 (ketiga) Etika dan Filsafat Kepemimpinan



Tugas 3 (ketiga) Etika dan Filsafat Kepemimpinan
MAKNA KOMPETENSI
Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu
(SK Mendiknas No. 045/U/2002, Ps. 21)

Tugas / pertanyaan:
1.      Susun 2 (dua) capaian kompetensi Etika dan Filsafat Kepemimpinan yang ingin saudara capai dari pendekatan Ilmu/Pengetahuan;
a.       Yang pertama, capaian kompetensi Etika dan Filsafat Kepemimpinan yang ingin saya capai dari pendekatan Ilmu/Pengetahuan, yaitu berkompeten mengaplikasikan ilmu/ pengetahuan dalam kehidupan sosial bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang lebih berkualitas, intelektual, beretika, bermoral dan berbudaya.
b.      Yang kedua, capaian kompetensi Etika dan Filsafat Kepemimpinan yang ingin saya capai dari pendekatan ilmu/Pengetahuan, yaitu berkompeten mengaplikasikan ilmu/pengetahuan dalam dunia kerja yang mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi dan mampu berinovasi dalam dunia kerja dengan menggunakan ilmu /pengetahuan yang dimiliki.

2.      Susun 2 (dua) capaian kompetensi Etika dan Filsafat Kepemimpinan yang ingin saudara capai dari pendekatan Ketrampilan;
a.       Yang pertama, Capaian kompetensi Etika dan Filsafat Kepemimpinan yang ingin saya capai dari pendekatan Ketrampilan yaitu, terampil dalam kehidupan sosial bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang lebih berkualitas, intelektual, beretika, bermoral dan berbudaya.
b.      Yang kedua, Capaian kompetensi Etika dan Filsafat Kepemimpinan yang ingin saya capai dari pendekatan Ketrampilan yaitu, terampil dalam dunia kerja yang mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi dan mampu berinovasi dalam dunia kerja dengan menerapkan keteramplian.



3.      Susun 2 (dua) capaian kompetensi Etika dan Filsafat Kepemimpinan yang ingin saudara capai dari pendekatan Sikap / Perilaku;
a.       Yang pertama, Capaian kompetensi Etika dan Filsafat Kepemimpinan yang ingin saya capai dari pendekatan Sikap/Perilaku yaitu, berkompeten mengendalikan Sikap/Perilaku dalam kehidupan sosial bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang lebih berkualitas, intelektual, beretika, bermoral dan berbudaya.
b.      Yang kedua, Capaian kompetensi Etika dan Filsafat Kepemimpinan yang ingin saya capai dari pendekatan Sikap/Perilaku yaitu, berkompeten mengendalikan Sikap/Perilaku dalam dunia kerja yang mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi dan mampu berinovasi dalam dunia kerja dengan menerapkan sikap/ perilaku yang baik.
4.      Susun / desain model kompetensi Etika dan Filsafat Kepemimpinan yang saudara unggulkan dan lakukan dalam uji kompetensi akhir semester (dapat berupa bagan atau yang lain).
 










Keterangan:
1.       Seluruh tugas tersebut di atas wajib dikerjakan;
2.       Pilih salah satu tugas tersebut di atas masuk dalam komentar dosen, disertai deskripsinya.
3.       Hasil tugas dikumpulkan tanggal 22 Mei 2014;
4.       Keterlambatan dari tanggal tersebut tidak diterima. 

Rabu, 07 Mei 2014

Tugas : Etika dan Filsafat Kepemimpinan

Jawaban :
1.VISI
   Menjadi seorang pemimpin/ leader yang bijaksana dan adil yang mampu memberikan contoh yang baik terhadap masyarakat ,sehingga bisa menjadi agent of change untuk mencapai suatu tujuan kesejahteraan dan mampu mengembangkan nilai-nilai sosial dimasyarakat.
 MISI
F mensejahterakan  masyarakat
F memperbaiki SDM agar  menjadi lebih baik
F memberikan bantuan atau beasiswa kepada masyarakat yang kurang mampu

 STRATEGI
    Harus melakukan tindakan lebih baik yang bijaksana ,adil dan bertanggung jawab terhadap masyarakat  dan menerima kritik/saran dari masyarakat .

2 . @ Faktor pendukung 
F kesadaran dari hati
F kepercayaan diri
F Epati
F Memiliki pengetahuan yang luas
F Memiliki skill
F Memiliki pengalaman yang luas

          @ Faktor penghambat
                  Pada dasarnya masyarakat atau calon pemimpin bangsa indonesia sekarang jarang  ditemukan yang  bisa memberikan contoh  atau mengambil suatu  keputusan yang baik terhadap masyarakat  dan jarang juga ditemukan pemimpin yang bisa mengambil  tindakan benar dan jujur  ,bertanggung jawab sehingga bisa menjadi pemimpin yang bisa memimpin masyarakat dengan baik.
3. cara mengatisipasi faktor pendukung tersebut agar tidak menimbulkan arogansi
  Caranya dengan cara pemimpin lebih bisa melihat dan meneliti calon pemimpin tersebut agar tanggap,kreatif dan efektif serta efisian sehingga mampu mengarahkanpemimpin kearah yg lebih baik.

4. cara mengorganisir faktor penghambat agar tidak menimbulkan sikap apatis
          Dengan cara pemimpin tersebut lebih membimbing dan mengasah calon pemimpin tersebut sehingga mampu mengmbil suatu tujuan atau keputusan kearah yang lebih baik.

5.  Sebagai  seorang pemimpin /leader  kita harus melakukan perubahan yang mampu mengubah     masyarakat nya agar menjadi lebih baik dah sejahtera ,serta mampu mengambil suatu tujuan atau keputusan yang bertanggung jawab terhadap masyarakat ,dan mampu menyampaikan apa yang harus disampaikan kepada masyarakat agar mampu menjadi seorang pemimpin agent of change yang efektif dan efisien  dan bijaksana agar bisa mengembangkan nilai-nilai sosial dimasayarakat.